Setelah (lebih banyak) diterapkan dalam film animasi atau film kolosal, teknologi 3D kini juga bisa dinikmati dalam film tari. Bagi penggemar genre ini, bersiaplah ke bioskop untuk menyaksikan gerak energik tari jalanan berformat 3D dalam StreetDance.
Menurut saya, dance movie lebih tentang koreografi dan soundtrack. Cerita biasanya jadi faktor kesekian. Penting, tapi urutannya di bawah kedua faktor tadi. Pendapat ini berdasarkan beberapa film tari yang sudah saya tonton: Dirty Dancing, Flashdance, Center Stage, Bring It On, Honey, Step Up I & II, Showgirls. Plot film-film ini tidak jauh-jauh dari perjuangan seseorang (atau kelompok tari baru) untuk mendapatkan pengakuan di bidang tari. Atau tentang persaingan dua kelompok tari; yang satu legenda, satu lagi underdog, dan di sepanjang film kita disuguhi proses perjuangan si underdog untuk merebut singgasana si legenda.

Menurut saya, dance movie lebih tentang koreografi dan soundtrack. Cerita biasanya jadi faktor kesekian. Penting, tapi urutannya di bawah kedua faktor tadi. Pendapat ini berdasarkan beberapa film tari yang sudah saya tonton: Dirty Dancing, Flashdance, Center Stage, Bring It On, Honey, Step Up I & II, Showgirls. Plot film-film ini tidak jauh-jauh dari perjuangan seseorang (atau kelompok tari baru) untuk mendapatkan pengakuan di bidang tari. Atau tentang persaingan dua kelompok tari; yang satu legenda, satu lagi underdog, dan di sepanjang film kita disuguhi proses perjuangan si underdog untuk merebut singgasana si legenda.

0 komentar:
Posting Komentar